Rabu, 13 Mei 2009

alien 2


(Wahyu 13:11)

Και ειδον αλλο θηριον αναβαινον εκ τηζ γηζ, και ειχεν κερατα δυο ομοια αρνιω και ελαλει ωζ δρακων”

Lalu aku melihat lain seekor binatang (buas) naik dari bumi dan ia mempunyai tanduk-tanduk dua yang serupa dengan anak domba dan berbicara seperti seekor naga”.(the greek new testament third corrected edition, 1983)



Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga” (LAI)



A. PENJELASAN AYAT DALAM KONTEKS (LITERARIS) PERIKOP

Dalam Wahyu 13:11 terdapat kata-kata simbolis seperti dan aku, melihat, binatang yang keluar dari bumi, bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga, memiliki arti/makna tersendiri.


1. Dan aku melihat.

“Aku” pada Wahyu 13:11 disini menunjukan kepada Yohanes1. Penulis kitab Wahyu adalah seseorang yang bernama Yohanes, Yustinus Martir menyatakan bahwa Yohanes inilah “salah satu Rasul Kristus” (Dialogue with Trypho the Jew 91)2 dan ia juga memperkenalkan diri kepada pembacanya dengan nama Yohanes (1:1, 4; 22:8)3.


2. Binatang yang keluar dari dalam bumi

Ada beberapa pandangan tentang binatang yang keluar dari dalam bumi, yaitu:

a. Binatang kedua ini cuman alat binatang pertama4. Sebagai mana yang pertama adalah lawan Kristus, maka yang kedua adalah lawan Roh kudus5. Sebagaimana Roh kudus memeteraikan orang dengan meterai Allah, maka binatang ini memeteraikan orang dengan tanda anti kristus6. Roh kudus adalah Roh kebenaran7. Binatang yang kedua adalah roh penipu, bahkan menipu orang dengan mukjizat palsu8 dan binatang yang kedua ini adalah pemusnah hidup9.

b. binatang yang keluar dari dalam bumi adalah Nabi Palsu, Nabi Palsu ini adalah seorang tokoh agama yang keluar dari bumi10.

c. bahwa binatang kedua itu adalah seorang guru penyesat atau golongan guru-guru penyesat11.

d. binatang kedua adalah imam-imam kuil-kuil untuk kaisar di Asia Kecil12.

e. binatang yang kedua ini adalah Nabi Palsu , Hamba Binatang Itu13.

f. Binatang kedua disebut nabi palsu14.

g. binatang dari bumi memproklamasikan kultus kaisar15.

Saya lebih setuju dengan pendapat mengatakan binatang kedua ini disebut dengan Nabi Palsu, karena banyak pendapat mayoritas yang menyebutkannya sebagai Nabi Palsu terlebih lagi dengan didukung ayat-ayat Alkitab seperti Wahyu 16:13, 19:20 dan 20:10.


3. bertanduk dua sama seperti anak domba

Bertanduk dua disimbolkan dengan kekuasaan16. Anak domba diartikan sebagai Kristus disebut logos (Yoh 1:1-Why 1:2), anak domba (Yoh 1: 29, 36-Why 5:6,8,12,13)17. Jadi untuk memahami makna dari Bertanduk dua sama seperti anak domba, ada beberapa arti yaitu :

a. Binatang kedua ini mempunyai ciri-ciri Bertanduk dua sama seperti anak domba, maksudnya mempunyai ciri-ciri lahiriah seperti anak domba Allah, yaitu kristus tetapi berjiwa iblis (bnd. Kata elalei hoos drakoon = berbicara seperti naga)18.

b. bertanduk dua seperti anak domba, bertindak seolah-olah pribadi kristus, tapi perkataan-perkataannya adalah jahat; bnd Mat 7:1519.

c. perhatikan ciri-ciri nabi palsu20.

►ia bertanduk dua seperti domba = tanduk menunjukan kuasa, domba adalah binatang yang lemah lembut.

►ia berkata-kata seperti naga = naga adalah gambarandari pada iblis.

Dari pendapat diatas, saya setuju dengan ketiga pendapat ini, bertanduk dua sama seperti seekor domba yakni mempunyai ciri-ciri lahiriah, bertindak dan mempunyai kekuasaan seperti anak domba Allah atau pribadi kristus tetapi berjiwa Iblis (penjelasan tentang kenapa disebut iblis/setan atau jahat dapat kita lihat pada penjelasan selanjutnya).


4. Ia berbicara seperti seekor naga

Dia bertanduk dua, sedangkan binatang yang pertama ada sepuluh tanduk tampaknya dia seperti Anak Domba, tetapi kenyataannya, bahwa dia lebih mirip dengan seekor Naga, dinyatakan melalui cara dia berbicara21. Dia seperti seekor naga, dia menipu dan berdusta seperti Iblis22. Kita dapat segera mengetahui dengan pasti bahwa NAGA itu adalah lambang dari SETAN, sebab hal itu dinyatakan sendiri oleh Alkitab: “dan naga sebesar itu, siular tua yang disebut iblis atau setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan kebawah; ia dilempar kebumi, bersama-sama dengan malaikatnya.” (Wah. 12:9)23.

Penjelasan ketiga ini merupakan sambungan penjelasan dari kalimat sebelumnya yang mengatakan “bertanduk dua sama seperti seekor domba yakni mempunyai ciri-ciri lahiriah dan bertindak seperti anak domba Allah atau pribadi kristus tetapi berjiwa Iblis”. Naga yang dimaksud disini adalah Iblis (bnd Wah 12:9). Dalam Wah 13:11 ini jelas memperlihatkan kepada kita tentang seseorang yang datang dan mempunyai ciri-ciri seperti Kristus namun berjiwa Iblis.


B. PENJELASAN AYAT DALAM KONTEKS (TEOLOGI) KITAB WAHYU

Ada banyak arti yang dapat dilihat dari binatang yang keluar dari dalam bumi.

Kita sudah melihat adanya dua binatang yang sebelumnya, yaitu :24

1. binatang yang keluar dari jurang maut (lubang yang tak terduga) Wah. 11:7 itu tidak lain adalah SETAN.

2. binatang yang keluar dari laut Wah 13:1 adalah ANTI KRISTUS

Dan binatang yang kedua yaitu binatang yang keluar dari dalam bumi, ada banyak versi yang menamakannya, yaitu: Dalam penglihatan Yohanes timbul binatang yang kedua25. Ini kali bukan dari laut, melainkan dari bumi26. Yohanes menjelasakan dalam wahyu 16:13, 19:20 dan 20:10 apa arti binatang kedua ini; di sana ia menyebutnya Nabi Palsu27.

Binatang yang kedua itu cuma alat binatang pertama. Sebagaimana yang pertama adalah lawan Kristus, maka yang kedua adalah lawan Roh Kudus.sebagaimana Roh Kudus memeteraikan orang dengan meterai Allah (Wahyu 7:3), maka binatang ini memeteraikan orang dengan tanda Antikristus atau 666 (Wahyu 13:18). Roh Kudus adalah “Roh Kebenaran” binatang kedua adalah roh penipu, bahkan menipu orang dengan mukjizat palsu. Sebagaimana Roh Kudus mengantar orang kepada penyembahan kepada Allah dan Kristus, maka binatang yang kedua ini memaksa mereka menyembah Antikrisrus dan patungnya. Sebagaimana Roh Kudus adalah pemberi hidup, maka binatang yang kedua itu adalah pemusnah hidup. Ia mengalami nasib yang sama dengan binatang yang pertama pada akhirnya dan dicampakan kedalam lautan api itu (19:20)28.


1. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, (Jakarta: gunung mulia, 1974+1978), 44

2. Drane, jhon, memahami perjanjian baru: pengantar histories-teologis (terjemahan ‘Introducing the New Testament’ 1986), Jakarta: Gunung Mulia 2005, hlm 509.

3. Marxsen, Willi, pengantar perjanjian baru: pendekatan kritis terhadap masalah-masalahnya (terjemahan ‘Einleitung in das Neue Testement’), Jakarta: Gunung Mulia. 1996, hlm. 342

4. Meconkey, james H, tafsiran wahyu (terjemahan the book of revelation, 1912), Bandung: kalam hidup, 59

5. Ibid

6. Ibid

7. Ibid

8. Ibid

9. Ibid

10. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 126

11. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,45

12. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,46

13. Van daalen, david h, pedoman ke dalam kitab wahyu yohanes (terjemahan ‘A Guide to the Revelation’ 1986). Jakarta: gunung mulia 1994, hlm. 161

14. Schussler fiorenza, Elisabeth, revelation: vision of a just world (proclamation commentaries), Minneapolis: fortress press 1991, hlm. 84

15. Boring, M. Eugene, revelation (interpretation), Louisville: john Knox 1989, hlm. 161

16. Schussler fiorenza, Elisabeth, revelation: vision of a just world (proclamation commentaries), Minneapolis: fortress press 1991, hlm. 84

17. Duyverman, M. E.,pembimbing ke dalam perjanjian baru, Jakarta: gunung mulia 1992 (1966), hlm. 217.

18. Mulyono, yohanes bambang, teologi ketabahan: ulasan atas kitab wahyu yohanes, Jakarta: gunung mulia,1993, 117

19. Beasley-murray, G.R, tafsiran alkitab masa kini (terjemahan the new bible commentary, 1976), jilid 3: Matius-wahyu, Jakarta: Gunung Mulia 2001,hlm. 922

20. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 127

21 Beasley-murray, G.R, tafsiran alkitab masa kini (terjemahan the new bible commentary, 1976), jilid 3: Matius-wahyu, Jakarta: Gunung Mulia 2001,hlm. 216

22. Hagelberg, dave, tafsiran kitab wahyu dari bahasa yunani, Yogyakarta: yayasan andi 1997, hlm.256

23. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 102


24. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 126.

25. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,44

26. Ibid

27. Ibid

28. McConkey, James H, tafsirarn wahyu (terjemahan ‘The Book of Revelation,’ 1912), Bandung: Kalam Hidup, hlm. 59.

alien

...καὶ ποιει σημεια μεγάλα, ίνα καὶ πυρ ποιη εκ του ουρανου καταβαινειν εις την γην ενωπιον των ανθρωπων...(Greek New Testament,Why. 13:13)

Dan ia membuat tanda-tanda besar, dan supaya ia membuat api dari langit turun ke bumi di hadapan orang-orang itu. (Terjemahan hurufiah)



Satua sa karueh yiru ngulah kawan kawauhen sa hante. Hang hadapan katuluh ulun hanye ngulah apui lawu teka langit ma ambau tane. (Why 13: 13, Kabar Maeh Ma Hanyu; JANJI WAU. Terjemahan Alkitab Perjanjian Baru ke dalam Bahasa Ma’anyan).


Meto je kaduee te manampa kare taloh heran je hai. Intu taharep oloh handiai ie mawi apui mohon bara langit akan hunjun petak. (Pangarinah 13: 13, SURAT BARASIH, Barita Bahalap, Huang Bahasa Dayak Ngaju Wayah Tuh, LAI).


Dan ia mengadakan tanda-tanda yang dahsyat, bahkan ia menurunkan api dari langit ke bumi di depan mata semua orang. (Why. 13:13, Alkitab LAI).


And he performed great and miraculous signs, even causing fire to come down from heaven to earth in full view of men. (Rev. 13:13, New International Version).


And he doeth great wonders, so that he maketh fire come down from heaven on the earth in the sight of men. (Rev. 13:13, King James Version).


A. Penjelasan Ayat Dalam Konteks (Literaris) Perikop


1. Wahyu 13: 13, kata “ia” yang dimaksud pada ayat ini mengacu pada seekor binatang lain yang keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan berbicara seperti seekor naga (Why 13: 11).

a. Binatang yang keluar dari dalam bumi

Ada anggapan bahwa binatang ini diartikan sebagai gambaran dari nabi palsu.1 Menurut penafsir, (Why 13: 11) Sama seperti anak domba merupakan suatu tiruan Kristus tetapi yang membedakannya adalah dari perkataan, karena perkataan seperti seekor naga juga dapat diartikan sebagai kata-kata yang menyesatkan 2. Naga sendiri merupakan gambaran dari Iblis 3. Kata lain untuk binatang yang keluar dari dalam bumi juga dapat dikatakan dengan sebutan binatang yang kedua 4.

Di zaman di waktu kitab Wahyu ditulis, di berbagai bagian kerajaan Romawi telah didirikan kuil-kuil untuk kaisar dan justru hal itu terjadi seperti di Asia kecil. Di kota Efesus ketika pada masa Yohanes, dibangun suatu kuil baru yang besar untuk kaisar Domitianus yang disembah seperti Dewa 5. Dalam hal ini tentu saja ada pembantu tetap, Mereka mempelopori orang-orang agar memuja kaisar dan dengan demikian menjadi pengajar, mereka tidak lain adalah imam-imam yang bekerja bagi kaisar 6. Imam-imam inilah yang dimaksudkan sebagai nabi palsu 7.

Berbicara mengenai binatang yang kedua, ada baiknya bila juga mengaitkannya dengan binatang yang pertama (Why 13: 1-10). Ada anggapan bahwa hubungan antara binatang yang pertama dan kedua adalah semacam “ketritunggalan” 8. Sebagaimana Allah Bapa mengangkat anak-Nya Kristus menjadi pelaksana, demikianlah sang naga mengangkat kaisar Romawi menjadi pelaksana dan penguasa (Why 13: 2). Dan sebagai mana Roh Kudus mengerakan hati manusia untuk mengikuti Kristus, demikianlah binatang kedua itu menggerakan hati orang-orang untuk mengikuti dan menyembah kaisar Romawi 9.


2. Wahyu 13: 13, “tanda-tanda besar, dan supaya ia membuat api dari langit turun ke bumi di hadapan orang-orang itu”.

Dalam ayat ini dapat diartikan sebagai suatu ungkapan tentang kegiatan, kegiatan ini dapat dibagi dua, yaitu kegiatan normal dan supranatural 10.


a. Kegiatan supranatural (Adikodrati; melampaui akal sehat manusia) 11

  • Tanda-tanda besar

Kata-kata ini digambarkan dengan suatu kegiatan, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh para imam tersebut. Tanda-tanda besar yang dimaksud adalah suatu tanda-tanda ajaib dengan kata lain mujizat. Atas dasar teologi Biblikal, pada umumnya mujizat yang dilakukan oleh nabi palsu tersebut memang benar. Hal itu lazim dalam nubuat Kristen (Kel 7: 11, 22; 8: 7, Ul 13: 1, 5, Mat 7: 21-23, Mark 13: 22, 2 Tes 2: 9) 12. Keajaiban yang dilakukan oleh nabi palsu adalah suatu cara untuk membelokan arah pandang manusia sehingga mereka sesat 13.


  • Ia membuat api dari langit turun ke bumi

Ada anggapan, bahwa api dari langit adalah penggambaran tentang kuasa untuk menghukumkan (II Raj 1: 10, 12). Demikian halnya nabi palsu juga menyamai Elia 14 dalam arti, nabi palsu juga mampu menunjukan kuasanya untuk menghukumkan orang-orang, dengan menurunkan api dari langit supaya mereka takut dan mau menuruti perintahnya untuk mendirikan patung dan menyembahnya. Dan orang-orang yang diperintah tersebut adalah orang-orang yang diam dibumi 15.


b. Kegiatan normal

Para imam/nabi palsu yang mengabdi kepada kuasa politis duniawi 16, selain dari pemujaan kepada kaisar, mereka juga berperan dalam usaha pendirian patung kaisar (Why 13: 14). Kelihatannya tradisi pendirian patung sudah ditemukan pada jaman dahulu, dahulu patung sangat berperan pada suatu peribadatan, lain halnya dengan orang Yahudi di Bait suci di Yerusalem, mereka beribadat tanpa patung 17. Seperti yang tertulis pada kitab Daniel 3, di mana Nebukadnesar mendirikan patung, yang kepadanya rakyat harus bertelut. Dan mereka yang tidak menyembah patung yang telah didirikannya maka akan dibunuh. Demikian juga halnya dalam Why 13: 15 18.


B. Penjelasan Ayat Dalam Konteks (Teologi) Kitab Wahyu

Binatang yang yang keluar dari dalam bumi. Kali ini bukan dari laut, melainkan dari bumi 19. Yohanes menjelasakan dalam Wahyu 16: 13, 19: 20 dan 20: 10 binatang kedua ini diartikannya untuk penyebutan kepada nabi palsu 20.

Berbicara mengenai binatang kedua, seperti yang telah dibahas, ada baiknya juga melihat hubungannya dengan binatang yang pertama (Why 13: 1-10). Hubungan ini akan terlihat, ketika diperhadapkan pada suatu pemahaman para penafsir tentang istilah “Trinitas Palsu”, yang meniru Allah Tritunggal 21. Misalnya; Kristus menerima kuasa dari Allah Bapa (Mat 11: 27), sedangkan binatang pertama yang keluar dari dalam laut menerima kuasa dari Iblis/naga (Why 13: 4). Kemudian, Roh Kudus mempermuliakan Kristus (Yoh 16: 14), sedangkan binatang yang kedua mempermuliakan binatang yang pertama (Why 13: 12). Dan Kristus melayani supaya manusia menyembah Allah (Why 1: 6), sedangkan binatang pertama bekerja supaya manusia menyembah Iblis (Why 13: 4) 22. Dalam Why 16: 13 tiga oknum si jahat juga ada disebutkan.

Binatang yang kedua juga dikatakan sebagai hamba binatang pertama 23. Sebagaimana yang pertama adalah lawan Kristus, maka yang kedua adalah lawan Roh Kudus. Why 7: 3, sebagaimana meterai Allah dimetraikan pada dahi hamba-hamba Allah, yang mana sebagai simbol dari umat milik Allah. Binatang yang kedua, juga meniru dengan cara memeteraikan pengikutnya, sehingga orang-orang yang menjadi pengikutnya akan diberi tanda, yang dalam arti telah menjadi milik/hamba binatang tersebut (Why 13: 16). Sebagaimana Roh Kudus mengantar orang kepada penyembahan kepada Allah dan Kristus, maka binatang yang kedua ini memaksa mereka menyembah patung yang telah didirikan tersebut (Why 13: 15). Mereka yang menyembah adalah orang-orang yang tidak mau percaya kepada Anak Domba Allah (Why 6: 10, 8: 3, 11: 10, 13: 8, 12, 17: 2 dan 8) 24. Sebagaimana Roh Kudus adalah pemberi hidup, maka binatang yang kedua itu adalah pemusnah hidup. Pada akhirnya, binatang kedua juga akan mengalami nasib yang sama dengan binatang yang pertama, dengan dicampakan ke dalam lautan api (Why 19: 20) 25. Amin...


C. Relevansi

Pada ayat 13: 13, yaitu tentang kegiatan yang dilakukan nabi palsu, selain ada pada jaman penulisan Kitab Wahyu. Sebagaimana para nabi palsu menghasut orang-orang agar menyambah kultus kaisar, jaman sesudahnya pun masih saja terjadi. Sejarah telah banyak menunjukan contoh-contoh bagaiman gereja bisa demikian bersifat mendukung negara yang tirani (kejam), dan mendukung ideologi negara (paham/pemikiran yang dianut oleh negara) 26. Seperti juga halnya yang pernah terjadi pada orang-orang Kristen Jerman demikian mereka menamakan diri, yang mana mereka mendukung ideologi Nazi. Kebanyakan dari mereka menganut keras pengajaran yang ada dalam dokumen-dokumen gereja yang tentunya tidak menyebutkan ideologi Nazi itu (Ideologi ini terang-terangan bertentangan dengan iman Kristen). Tidak jarang bila orang-orang Kristen yang taat akan pengajaran hukum Kristus dan menentang ideologi tersebut, harus mati 27.

Zaman sekarang, lebih detailnya lagi di Indonesia tepatnya di daerah Kalimantan Tengah Sendiri. Dapat ditemukan gambaran dari nabi palsu yang mungkin masih bersifat samar, kegiatan ini bisa dikatakan kurang lebih ada kaitannya dengan gambaran nabi palsu. Seperti halnya yang sering terjadi didaerah-daerah ketika pada waktu PILKADA (Pemilihan Kepala Daerah, baik Bupati maupun Walikota). Contoh kecil: tidak jarang para calon bupati ataupun gubernur ada yang menyumbangkan baik dalam bentuk dana dan barang kepada gereja, sehingga gereja merasa berhutang budi dan mendukung calon tersebut dan ujungnya mengarah pada penghasutan jemaat sekitar, guna memilih calon tersebut dalam PILKADA 28. Memang hal ini aneh tatapi itulah reralitas.

Yohanes hendak menekankan bahwa kenabian palsu bisa tampak mengagumkan secara keseluruhan dan bisa juga ditemukan dalam gereja. Dimasa lalu orang-orang Kristen sering membiarkan diri mereka dibuai oleh ide nasionalis yang bertentangan dengan iman mereka. Jadi, bagaimana dengan kita yang ada dimasa sekarang, apakah kita mau dibuai dengan ideologi tersebut ?.


1  Bdk David H. Van Daalen, A Guide to the Revelation, (Cambridge: University Press, 1986), 120-124

2  Bdk Walter A. Elwell, Evangelical Commentary on the Bible, (USA: Baker Book House Company, 1984), 1216-1217

3  Bdk Robert W. Wall, Reveletion: New International Biblical Commentary 18 (Massachusetts: Hendrickson Publishers, 1991), 171

4  Bdk M. Eugene Boring, Revelation (Interpretation), (Louisville: John Knox,1989), 160-161

5  Bdk J. J. de Heer, Tafsiran Wahyu Yohanes, Jilid I+II, (Jakarta: Gunung Mulia, 1974+1978), 45-46

6  Bdk Dacarson, New Bible Commentary: 21St Century Edition, ([t, t]: International Bible Society, 1984), 1442-1443

7  Bdk G.R Beasley Murray, The New Bible Commentary, (London: Intervarsity, 1976), 1296-1297

8 . Bdk M. Eugene Boring, Revelation (Interpretation), (Louisville: John Knox, 1989), 160-161


9  Bdk J. J. de Heer, Tafsiran Wahyu Yohanes, Jilid I+II, (Jakarta: Gunung Mulia, 1974+1978), 45

10  Ibid, 47

11  Bdk Martin Rist, (Introduction and Exegesis)/ Hough, Linn Harold (Exposition), The Revelation Of St. John the Divine (The Interpreter’s Bible 12), (New York-Nashville: Abingdon Press, 1957), 588-589

12  Bdk M. Eugene Boring, Revelation: Interpretation, (Louisville: John Knox, 1989), 161

13  Bdk G.R Beasley Murray, The New Bible Commentary, (London: Intervarsity, 1976), 1296-1297

14  Bdk Dave Hagelberg, Tafsiran Kitab Wahyu Dari Bahasa Yunani, (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997), 257


15  Ir. Timotius Subekti, Kitab Wahyu: Rahasia Akhir Zaman, Jilid II, (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1994+1985), 131

16  Yohanes Bambang Mulyono, Teologi Ketabahan: Ulasan Atas Kitab Wahyu Yohanes, (Jakarta: Gunung Mulia, 1993), 113

17  Bdk J. J. de Heer, Tafsiran Wahyu Yohanes, Jilid I+II, (Jakarta: Gunung Mulia, 1974+1978), 47

18  Ibid

19  J J de Heer, Tafsiran Wahyu Yohanes, Jilid I+II, (Jakarta: Gunung Mulia, 1974+1978), 44

20  Ibid

21  Bdk M. Eugene Boring, Revelation: Interpretation, (Louisville: John Knox, 1989), 161-163

22  Bdk Dave Hagelberg, Tafsiran Kitab Wahyu Dari Bahasa Yunani, (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997), 256


23  Bdk M. Eugene Boring, Revelation: Interpretation, (Louisville: John Knox, 1989), 161-163

24  Bdk Dave Hagelberg, Tafsiran Kitab Wahyu Dari Bahasa Yunani, (Yogyakarta: Yayasan Andi, 1997), 256

25  James H. McConkey, Tafsiran Wahyu (Terjemahan ‘The Book of Revelation,’ 1912), (Bandung: Kalam Hidup, [t, th]), 59

26  Leo Tolstoy dalam kritiknya terhadap negara: “gereja adalah ciptaan setan; Semua gereja adalah sama dalam pengkhianatannya terhadap hukum Kristus; Gereja-gereja dan negara bersama mewakili pelembagaan kekerasan dan penipuan. Bdk H. Richard Niebuhr, Kristus dan Kebudayaan, (Terjemahan dari Christ and Culture), (Jakarta: Petra Jaya, [t, th]), 68-69

27  Bdk David H. Van Daalen, A Guide to the Revelation, (Cambridge: University Press, 1986), 123-124

28  Menurut Karl Mark; “Ideologi yang peyoratif adalah suatu ideologi yang ujungnya hanya untuk kepentingan sendiri”. Bdk Tom Campbell, Tujuh Teori Sosial, (Yogyakarta: Kanisius, 1994), 147-148