Rabu, 13 Mei 2009

alien 2


(Wahyu 13:11)

Και ειδον αλλο θηριον αναβαινον εκ τηζ γηζ, και ειχεν κερατα δυο ομοια αρνιω και ελαλει ωζ δρακων”

Lalu aku melihat lain seekor binatang (buas) naik dari bumi dan ia mempunyai tanduk-tanduk dua yang serupa dengan anak domba dan berbicara seperti seekor naga”.(the greek new testament third corrected edition, 1983)



Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga” (LAI)



A. PENJELASAN AYAT DALAM KONTEKS (LITERARIS) PERIKOP

Dalam Wahyu 13:11 terdapat kata-kata simbolis seperti dan aku, melihat, binatang yang keluar dari bumi, bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga, memiliki arti/makna tersendiri.


1. Dan aku melihat.

“Aku” pada Wahyu 13:11 disini menunjukan kepada Yohanes1. Penulis kitab Wahyu adalah seseorang yang bernama Yohanes, Yustinus Martir menyatakan bahwa Yohanes inilah “salah satu Rasul Kristus” (Dialogue with Trypho the Jew 91)2 dan ia juga memperkenalkan diri kepada pembacanya dengan nama Yohanes (1:1, 4; 22:8)3.


2. Binatang yang keluar dari dalam bumi

Ada beberapa pandangan tentang binatang yang keluar dari dalam bumi, yaitu:

a. Binatang kedua ini cuman alat binatang pertama4. Sebagai mana yang pertama adalah lawan Kristus, maka yang kedua adalah lawan Roh kudus5. Sebagaimana Roh kudus memeteraikan orang dengan meterai Allah, maka binatang ini memeteraikan orang dengan tanda anti kristus6. Roh kudus adalah Roh kebenaran7. Binatang yang kedua adalah roh penipu, bahkan menipu orang dengan mukjizat palsu8 dan binatang yang kedua ini adalah pemusnah hidup9.

b. binatang yang keluar dari dalam bumi adalah Nabi Palsu, Nabi Palsu ini adalah seorang tokoh agama yang keluar dari bumi10.

c. bahwa binatang kedua itu adalah seorang guru penyesat atau golongan guru-guru penyesat11.

d. binatang kedua adalah imam-imam kuil-kuil untuk kaisar di Asia Kecil12.

e. binatang yang kedua ini adalah Nabi Palsu , Hamba Binatang Itu13.

f. Binatang kedua disebut nabi palsu14.

g. binatang dari bumi memproklamasikan kultus kaisar15.

Saya lebih setuju dengan pendapat mengatakan binatang kedua ini disebut dengan Nabi Palsu, karena banyak pendapat mayoritas yang menyebutkannya sebagai Nabi Palsu terlebih lagi dengan didukung ayat-ayat Alkitab seperti Wahyu 16:13, 19:20 dan 20:10.


3. bertanduk dua sama seperti anak domba

Bertanduk dua disimbolkan dengan kekuasaan16. Anak domba diartikan sebagai Kristus disebut logos (Yoh 1:1-Why 1:2), anak domba (Yoh 1: 29, 36-Why 5:6,8,12,13)17. Jadi untuk memahami makna dari Bertanduk dua sama seperti anak domba, ada beberapa arti yaitu :

a. Binatang kedua ini mempunyai ciri-ciri Bertanduk dua sama seperti anak domba, maksudnya mempunyai ciri-ciri lahiriah seperti anak domba Allah, yaitu kristus tetapi berjiwa iblis (bnd. Kata elalei hoos drakoon = berbicara seperti naga)18.

b. bertanduk dua seperti anak domba, bertindak seolah-olah pribadi kristus, tapi perkataan-perkataannya adalah jahat; bnd Mat 7:1519.

c. perhatikan ciri-ciri nabi palsu20.

►ia bertanduk dua seperti domba = tanduk menunjukan kuasa, domba adalah binatang yang lemah lembut.

►ia berkata-kata seperti naga = naga adalah gambarandari pada iblis.

Dari pendapat diatas, saya setuju dengan ketiga pendapat ini, bertanduk dua sama seperti seekor domba yakni mempunyai ciri-ciri lahiriah, bertindak dan mempunyai kekuasaan seperti anak domba Allah atau pribadi kristus tetapi berjiwa Iblis (penjelasan tentang kenapa disebut iblis/setan atau jahat dapat kita lihat pada penjelasan selanjutnya).


4. Ia berbicara seperti seekor naga

Dia bertanduk dua, sedangkan binatang yang pertama ada sepuluh tanduk tampaknya dia seperti Anak Domba, tetapi kenyataannya, bahwa dia lebih mirip dengan seekor Naga, dinyatakan melalui cara dia berbicara21. Dia seperti seekor naga, dia menipu dan berdusta seperti Iblis22. Kita dapat segera mengetahui dengan pasti bahwa NAGA itu adalah lambang dari SETAN, sebab hal itu dinyatakan sendiri oleh Alkitab: “dan naga sebesar itu, siular tua yang disebut iblis atau setan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan kebawah; ia dilempar kebumi, bersama-sama dengan malaikatnya.” (Wah. 12:9)23.

Penjelasan ketiga ini merupakan sambungan penjelasan dari kalimat sebelumnya yang mengatakan “bertanduk dua sama seperti seekor domba yakni mempunyai ciri-ciri lahiriah dan bertindak seperti anak domba Allah atau pribadi kristus tetapi berjiwa Iblis”. Naga yang dimaksud disini adalah Iblis (bnd Wah 12:9). Dalam Wah 13:11 ini jelas memperlihatkan kepada kita tentang seseorang yang datang dan mempunyai ciri-ciri seperti Kristus namun berjiwa Iblis.


B. PENJELASAN AYAT DALAM KONTEKS (TEOLOGI) KITAB WAHYU

Ada banyak arti yang dapat dilihat dari binatang yang keluar dari dalam bumi.

Kita sudah melihat adanya dua binatang yang sebelumnya, yaitu :24

1. binatang yang keluar dari jurang maut (lubang yang tak terduga) Wah. 11:7 itu tidak lain adalah SETAN.

2. binatang yang keluar dari laut Wah 13:1 adalah ANTI KRISTUS

Dan binatang yang kedua yaitu binatang yang keluar dari dalam bumi, ada banyak versi yang menamakannya, yaitu: Dalam penglihatan Yohanes timbul binatang yang kedua25. Ini kali bukan dari laut, melainkan dari bumi26. Yohanes menjelasakan dalam wahyu 16:13, 19:20 dan 20:10 apa arti binatang kedua ini; di sana ia menyebutnya Nabi Palsu27.

Binatang yang kedua itu cuma alat binatang pertama. Sebagaimana yang pertama adalah lawan Kristus, maka yang kedua adalah lawan Roh Kudus.sebagaimana Roh Kudus memeteraikan orang dengan meterai Allah (Wahyu 7:3), maka binatang ini memeteraikan orang dengan tanda Antikristus atau 666 (Wahyu 13:18). Roh Kudus adalah “Roh Kebenaran” binatang kedua adalah roh penipu, bahkan menipu orang dengan mukjizat palsu. Sebagaimana Roh Kudus mengantar orang kepada penyembahan kepada Allah dan Kristus, maka binatang yang kedua ini memaksa mereka menyembah Antikrisrus dan patungnya. Sebagaimana Roh Kudus adalah pemberi hidup, maka binatang yang kedua itu adalah pemusnah hidup. Ia mengalami nasib yang sama dengan binatang yang pertama pada akhirnya dan dicampakan kedalam lautan api itu (19:20)28.


1. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, (Jakarta: gunung mulia, 1974+1978), 44

2. Drane, jhon, memahami perjanjian baru: pengantar histories-teologis (terjemahan ‘Introducing the New Testament’ 1986), Jakarta: Gunung Mulia 2005, hlm 509.

3. Marxsen, Willi, pengantar perjanjian baru: pendekatan kritis terhadap masalah-masalahnya (terjemahan ‘Einleitung in das Neue Testement’), Jakarta: Gunung Mulia. 1996, hlm. 342

4. Meconkey, james H, tafsiran wahyu (terjemahan the book of revelation, 1912), Bandung: kalam hidup, 59

5. Ibid

6. Ibid

7. Ibid

8. Ibid

9. Ibid

10. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 126

11. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,45

12. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,46

13. Van daalen, david h, pedoman ke dalam kitab wahyu yohanes (terjemahan ‘A Guide to the Revelation’ 1986). Jakarta: gunung mulia 1994, hlm. 161

14. Schussler fiorenza, Elisabeth, revelation: vision of a just world (proclamation commentaries), Minneapolis: fortress press 1991, hlm. 84

15. Boring, M. Eugene, revelation (interpretation), Louisville: john Knox 1989, hlm. 161

16. Schussler fiorenza, Elisabeth, revelation: vision of a just world (proclamation commentaries), Minneapolis: fortress press 1991, hlm. 84

17. Duyverman, M. E.,pembimbing ke dalam perjanjian baru, Jakarta: gunung mulia 1992 (1966), hlm. 217.

18. Mulyono, yohanes bambang, teologi ketabahan: ulasan atas kitab wahyu yohanes, Jakarta: gunung mulia,1993, 117

19. Beasley-murray, G.R, tafsiran alkitab masa kini (terjemahan the new bible commentary, 1976), jilid 3: Matius-wahyu, Jakarta: Gunung Mulia 2001,hlm. 922

20. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 127

21 Beasley-murray, G.R, tafsiran alkitab masa kini (terjemahan the new bible commentary, 1976), jilid 3: Matius-wahyu, Jakarta: Gunung Mulia 2001,hlm. 216

22. Hagelberg, dave, tafsiran kitab wahyu dari bahasa yunani, Yogyakarta: yayasan andi 1997, hlm.256

23. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 102


24. Subekti, Ir. Timotius, kitab wahyu: rahasia akhir zaman, jilid II, Yogyakarta: yayasan andi 1994 (1985), hlm. 126.

25. De heer, J J, tafsiran wahyu yohanes, jilid I+II, Jakarta: gunung mulia, 1974+1978,44

26. Ibid

27. Ibid

28. McConkey, James H, tafsirarn wahyu (terjemahan ‘The Book of Revelation,’ 1912), Bandung: Kalam Hidup, hlm. 59.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar